Lewati ke konten utama
Blog

Strategi PR untuk Startup: Cara Mendapatkan Liputan Media di Singapura

Ditulis oleh
Achmad R
Diperbarui pada
Jun 9, 2026
Diterbitkan pada
Sep 27, 2024
Copy link to article
Salin tautan artikel ke papan klip
Share on LinkedIn
Bagikan artikel ke LinkedIn
Share on X or Twitter
Bagikan artikel ke X

Strategi PR apa yang benar-benar berhasil untuk startup?

Strategi PR yang berhasil untuk startup adalah yang menghasilkan earned media dari jurnalis yang sudah meliput industri Anda. Bukan penempatan berbayar. Bukan wire siaran pers. Liputan editorial aktual di publikasi yang dibaca pelanggan dan investor Anda.

Untuk startup di Singapura dan Asia Tenggara, itu berarti mendapatkan cerita di outlet seperti Tech in Asia, e27, The Business Times, Channel NewsAsia, dan The Straits Times. Publikasi-publikasi ini memiliki bobot bagi investor lokal maupun pembeli enterprise regional. Satu fitur di Tech in Asia lebih berdampak pada kredibilitas penggalangan dana daripada berbulan-bulan aktivitas media sosial.

Tantangannya adalah sebagian besar saran PR startup ditulis untuk pasar AS. Lanskap media berbeda. Ekspektasi jurnalis berbeda. Apa yang diliput di Singapura tidak sama dengan yang diliput di San Francisco. Strategi di bawah ini dibangun untuk founder yang beroperasi di ekosistem startup Asia.

Mengapa PR lebih penting saat penggalangan dana?

Investor memeriksa kehadiran media Anda sebelum menerima pertemuan. Ini bukan teori. VC di Singapura secara rutin mencari perusahaan di Google sebelum merespons cold deck, dan apa yang mereka temukan menentukan apakah mereka akan membalas.

Tiga hingga lima penempatan di publikasi yang diakui seperti Tech in Asia, e27, atau The Business Times menandakan bahwa startup memiliki traksi yang layak diselidiki. Liputan media berfungsi sebagai validasi pihak ketiga. Tidak seperti pitch deck Anda, ini tidak ditulis oleh seseorang yang sedang mencari pendanaan.

PR juga bersifat kumulatif. Setiap cerita yang dipublikasikan membuat pitch berikutnya lebih mudah, karena jurnalis bisa melihat Anda sudah memiliki rekam jejak media. Startup yang memulai PR tiga hingga enam bulan sebelum putaran pendanaan cenderung memasuki percakapan dengan investor dengan leverage yang jauh lebih besar daripada yang baru mulai seminggu sebelumnya.

Bagaimana Anda merancang cerita yang benar-benar akan diliput jurnalis?

Jurnalis tidak meliput perusahaan. Mereka meliput cerita yang diminati pembacanya. Perbedaan ini penting karena sebagian besar pitch startup terbaca seperti pengumuman perusahaan yang didandani sebagai berita.

Cerita yang bisa di-pitch biasanya masuk dalam salah satu dari empat kategori:

  • Masalah yang dihadapi industri Anda, dengan data atau sudut pandang spesifik yang bisa dibicarakan startup Anda dengan otoritas
  • Peluncuran produk yang mengubah sesuatu yang bermakna bagi pengguna akhir
  • Pencapaian pendanaan yang dipasangkan dengan bagaimana modal tersebut sebenarnya akan digunakan
  • Tren yang bisa Anda komentari karena Anda beroperasi di pusatnya

Cerita tersebut harus lolos tes dasar: apakah pembaca yang belum pernah mendengar tentang perusahaan Anda tetap merasa ini menarik? Jika jawabannya tidak, pitch perlu dikerjakan ulang. Jurnalis di The Business Times dan Channel NewsAsia menerima puluhan pitch setiap hari. Yang mendapat respons adalah yang melayani audiens mereka, bukan audiens Anda.

Outlet media mana yang harus ditargetkan startup Singapura?

Startup membuang waktu dengan melakukan pitching ke outlet yang tidak meliput bidang mereka. Targeting media di Singapura harus spesifik dan bertahap.

Untuk startup teknologi dan SaaS, target utamanya adalah:

  • Tech in Asia dan e27 untuk liputan ekosistem startup, berita pendanaan, dan cerita produk
  • The Business Times untuk kredibilitas enterprise dan liputan yang menghadap investor
  • Channel NewsAsia untuk pelaporan bisnis dan teknologi yang lebih luas dengan jangkauan regional
  • DealStreetAsia dan KrASIA untuk aliran deal Asia Tenggara dan profil perusahaan yang didukung venture

Untuk startup B2C, tambahkan The Straits Times (bagian lifestyle dan teknologi konsumen), Vulcan Post, dan Asia One.

Mulai dengan dua atau tiga publikasi di mana cerita Anda cocok secara alami. Pitch yang fokus ke jurnalis yang tepat mengalahkan email massal ke lima puluh newsroom setiap saat. Untuk panduan detail dalam menemukan reporter yang tepat dan menulis pitch yang berhasil, lihat panduan kami tentang cara membuat startup Anda diliput media.

Bagaimana Anda membangun hubungan dengan jurnalis sebelum membutuhkan mereka?

Waktu terburuk untuk memperkenalkan diri kepada jurnalis adalah ketika Anda membutuhkan liputan. Hubungan tersebut seharusnya sudah terjalin.

Ikuti jurnalis yang meliput industri Anda di LinkedIn dan Twitter. Baca apa yang mereka publikasikan. Ketika mereka menulis sesuatu yang relevan dengan bidang Anda, berinteraksilah secara substantif. Bukan "artikel yang bagus!" melainkan pengamatan genuine atau data point yang mungkin berguna bagi mereka. Selama berminggu-minggu, Anda menjadi nama yang familiar di feed mereka, bukan orang asing di inbox mereka.

Ketika Anda menghubungi dengan pitch, referensikan karya mereka sebelumnya. Jelaskan mengapa cerita Anda cocok dengan beat mereka secara spesifik. Jurnalis bisa membedakan antara pitch yang dipersonalisasi dan template yang hanya ditempel namanya. Pitch Alpha Story untuk Doerscircle dan OtterHalf adalah contoh pitch yang disusun berdasarkan audiens jurnalis, bukan talking points klien.

Apa yang bisa dilakukan startup dengan anggaran terbatas untuk PR?

Keterbatasan anggaran tidak harus berarti PR yang buruk. Itu berarti penempatan yang lebih sedikit dan lebih tertarget, bukan outreach berbasis volume.

Startup dengan anggaran terbatas memiliki beberapa opsi praktis:

  • Tulis siaran pers Anda sendiri. Siaran pers yang jelas, faktual dengan headline yang kuat, paragraf pertama yang ringkas, dan kutipan founder yang relevan lebih baik daripada agensi mahal yang menghasilkan copy yang mudah dilupakan.
  • Gunakan LinkedIn sebagai saluran distribusi. Founder yang konsisten mempublikasikan di LinkedIn membangun visibilitas media tanpa mengeluarkan biaya. Jurnalis memantau platform tersebut untuk leads cerita.
  • Ciptakan momen yang layak diberitakan dari apa yang sudah Anda lakukan. Peluncuran produk, pengumuman kemitraan, pencapaian perekrutan, dan studi kasus pelanggan semuanya memiliki potensi pitch jika dibingkai seputar mengapa seseorang di luar perusahaan Anda akan peduli.
  • Pertimbangkan platform PR berbantuan AI. Layanan seperti Alpha Story menggunakan generative AI untuk penyusunan konten dan pencocokan jurnalis, menjaga biaya di bawah SGD 1.000 per bulan dibandingkan SGD 5.000 hingga SGD 20.000 di agensi tradisional.

Untuk pendekatan langkah demi langkah dalam menangani outreach sendiri, baca panduan 10 langkah kami untuk melakukan PR startup sendiri. Anda juga bisa membaca lebih lanjut tentang solusi PR terjangkau untuk startup di Singapura.

Bagaimana PR berbantuan AI bekerja untuk startup?

PR berbantuan AI menggunakan generative AI untuk menangani bagian repetitif dari public relations: menyusun siaran pers, membangun daftar media berdasarkan beat jurnalis dan relevansi publikasi, serta mencocokkan cerita dengan reporter yang benar-benar meliput topik tersebut.

Alpha Story, agensi PR berbasis di Singapura yang didirikan pada 2023 oleh Jeremy Foo, memadukan pembuatan konten AI dengan pengawasan editorial manusia. Tools AI menyusun pitch berdasarkan industri klien, positioning, dan liputan sebelumnya. Editor manusia mereview semuanya sebelum dikirim. Platform kemudian mengirim cerita langsung ke jurnalis melalui saluran yang sudah terjalin, bukan blast email massal.

Model ini menghilangkan overhead yang membuat PR tradisional mahal: tim akun besar, lapisan koordinator junior, dan riset manual yang AI tangani lebih cepat. Trade-off-nya adalah cakupan, bukan kualitas. PR berbantuan AI fokus pada penempatan yang lebih sedikit dan lebih tertarget, bukan mencoba meliput setiap outlet di kawasan.

Untuk pendalaman lebih lanjut tentang lanskap tech PR, baca panduan kami tentang memulai tech PR.

Kesalahan apa yang dilakukan startup dengan PR?

Menghabiskan lebih sedikit untuk PR itu boleh. Menghabiskan dengan buruk tidak. Berikut kesalahan yang membuang anggaran dan kredibilitas.

Memperlakukan PR sebagai iklan adalah yang paling umum. Siaran pers yang terbaca seperti iklan akan diabaikan. Jurnalis menginginkan cerita, bukan copy promosi. Jika siaran pers Anda bisa disalahartikan sebagai landing page, tulis ulang.

Mengharapkan hasil dalam seminggu adalah kesalahan lainnya. PR dibangun selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan. Satu siaran pers jarang menghasilkan apa pun sendirian. Outreach yang konsisten, disesuaikan dengan momen yang benar-benar layak diberitakan, adalah yang berhasil.

Melupakan bahwa jurnalis memiliki audiens sendiri yang harus dilayani membunuh pitch dengan cepat. Mereka menginginkan cerita yang diminati pembacanya, bukan pengumuman perusahaan Anda yang diubah kata-katanya menjadi berita. Setiap pitch harus menjawab pertanyaan: mengapa pembaca jurnalis ini akan merasa ini menarik?

Tidak mengukur apa pun membuat perbaikan menjadi mustahil. Jika Anda tidak tahu pitch mana yang menghasilkan liputan dan liputan mana yang menghasilkan hasil bisnis, Anda hanya menebak. Lacak penyebutan media, traffic website setelah liputan, dan engagement sosial untuk memahami apa yang benar-benar berhasil.

Memilih opsi termurah secara default bisa berbalik menjadi bumerang. Layanan "PR" SGD 200 per bulan yang mengirim email massal ke daftar jurnalis yang dibeli akan merusak reputasi Anda lebih cepat daripada tidak melakukan apa-apa.

Bagaimana mengukur apakah PR startup berhasil?

Pengukuran PR harus menghubungkan aktivitas media dengan hasil bisnis. Volume liputan saja sangat sedikit memberitahu Anda.

Lacak metrik ini dari awal:

  • Kualitas publikasi: outlet mana yang meliput Anda, dan apakah pelanggan serta investor Anda benar-benar membacanya?
  • Referral traffic: apakah liputan tersebut mendatangkan pengunjung ke situs Anda? Google Analytics menunjukkan ini dengan jelas ketika Anda memfilter berdasarkan sumber referral.
  • Akurasi pesan: apakah jurnalis menyampaikan positioning Anda sesuai yang Anda maksudkan, atau apakah ceritanya melenceng?
  • Minat inbound: apakah Anda menerima pertanyaan investor, permintaan kemitraan, atau pendaftaran pelanggan yang dapat ditelusuri ke artikel tertentu?
  • Amplifikasi sosial: apakah liputan tersebut dibagikan, dan oleh siapa? Share dari tokoh industri yang relevan lebih penting daripada angka mentah.

Harapkan empat hingga delapan minggu untuk penempatan awal dari engagement PR baru. Liputan berkelanjutan yang membangun otoritas brand nyata membutuhkan tiga hingga enam bulan. Perusahaan yang bertahan melihat hasil lebih cepat seiring waktu karena jurnalis lebih reseptif terhadap founder yang sudah memiliki rekam jejak media.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan waktu yang tepat bagi startup untuk berinvestasi dalam PR?

Pemicu paling umum adalah putaran pendanaan yang akan datang. Investor memeriksa kehadiran media sebelum menerima pertemuan, dan tiga hingga lima penempatan di publikasi seperti Tech in Asia atau The Business Times lebih berdampak pada kepercayaan investor daripada slide tambahan di pitch deck. Startup pasca-pendapatan yang mencari pendanaan mendapatkan ROI paling besar dari PR. Startup pra-peluncuran atau stealth stage sebaiknya menunggu sampai produk siap menghadapi pengawasan publik.

Haruskah startup menyewa agensi atau melakukan PR in-house?

Di bawah Series B, agensi atau platform hampir selalu lebih murah. Perekrutan PR di Singapura berkisar SGD 3.500 hingga SGD 7.000 per bulan hanya untuk gaji, belum termasuk tools dan waktu manajemen. Platform PR berbantuan AI memberi Anda tim dengan hubungan jurnalis yang berjalan dengan biaya lebih rendah dari satu karyawan. In-house masuk akal setelah kebutuhan PR Anda cukup kompleks untuk membenarkan peran full-time.

Bisakah startup mendapatkan liputan PR tanpa agensi PR?

Ya, tetapi membutuhkan waktu dan ketekunan. Founder yang berinvestasi dalam hubungan jurnalis, menulis siaran pers sendiri, dan melakukan pitching cerita yang tertarget dapat mendapatkan liputan secara mandiri. Tantangannya adalah outreach PR bersaing dengan segala hal lain yang harus dilakukan founder. Kebanyakan founder berhasil dengan satu atau dua pitch sebelum biaya waktu menjadi tidak sustainable, dan saat itulah agensi atau platform yang fokus membayar sendiri biayanya.

Apa perbedaan antara PR dan content marketing untuk startup?

PR mendapatkan liputan melalui publikasi pihak ketiga. Jurnalis dan editor yang memutuskan apakah cerita Anda layak diangkat. Content marketing mempublikasikan di saluran yang Anda kendalikan: blog, media sosial, dan newsletter. Keduanya membangun kredibilitas, tetapi PR memiliki bobot lebih karena endorsement datang dari seseorang yang tidak punya insentif untuk mempromosikan Anda. Untuk startup, PR juga cenderung lebih efisien per rupiah karena satu penempatan menjangkau seluruh pembaca publikasi tersebut.

Berapa biaya PR startup di Singapura?

Agensi full service tradisional di Singapura mengenakan biaya SGD 5.000 hingga SGD 20.000 atau lebih per bulan secara retainer. Agensi boutique berkisar SGD 2.000 hingga SGD 5.000. Platform berbantuan AI seperti Alpha Story dimulai dari di bawah SGD 1.000 per bulan. Konsultan PR freelance mengenakan biaya SGD 2.000 hingga SGD 5.000 per bulan. Untuk startup seed dan Series A, platform berbantuan AI untuk outreach rutin ditambah dukungan freelance untuk momen kunci seperti pengumuman pendanaan biasanya merupakan kombinasi yang paling hemat biaya.

Sumber daya terkait

Bekerja samalah dengan agensi PR startup yang dibangun untuk bisnis yang sedang berkembang. Lihat bagaimana kami melakukan pitch untuk Doerscircle dan OtterHalf ke media. Baca panduan kami tentang solusi PR terjangkau dan memulai tech PR. Jadwalkan konsultasi PR gratis untuk memulai.

Copy link to article
Salin tautan ke papan klip
Share on LinkedIn
Bagikan artikel ke LinkedIn
Share on X or Twitter
Bagikan artikel ke X

Lanjutkan membaca

Jelajahi PR lebih lanjut.

Thumbnail artikel: Cara kerja liputan media

Cara Kerja Liputan Media: Kesalahan Umum Bisnis Soal Earned Media

Apa yang salah dipahami bisnis soal masuk ke media arus utama, dari praktisi PR.

Jeremy Foo
April 23, 2026
Baca artikel
Thumbnail artikel: Mengapa PR Butuh Waktu

Mengapa PR Butuh Waktu: Timeline Realistis dan Ekspektasi yang Tepat

Timeline PR yang sebenarnya, mengapa cerita tertunda, dan apa yang harus disiapkan klien.

Jeremy Foo
April 23, 2026
Baca artikel
Dashboard pengukuran PR menampilkan metrik liputan media dan hasil bisnis

Cara Mengukur Hasil PR: Kerangka Kerja di Luar Metrik Semu

Kerangka tiga tingkat untuk mengukur dampak nyata PR bagi bisnis, bukan sekadar kliping.

Jeremy Foo
March 28, 2026
Baca artikel

Hubungi kami langsung

Kami akan memberikan konsultasi dan demo yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Mari kita bahas bagaimana kami dapat membantu bisnis Anda mencapai tujuan Anda.

Jadwalkan demo PR

Alpha Story client, Mirza Salim, Founder of Matchday Affairs
Alpha Story client, Daryl Chew, Founder of Nail Deck
Alpha Story client, Cassandra Ong, Founder of The Otterhalf
Alpha Story client, Giuseppe Di Lieto, Founder of Exponasia Growth Partners

Lebih dari 300 bisnis menggunakan Alpha Story

Dapatkan cerita Anda di media dengan biaya terjangkau dan cepat.

Butuh liputan media? Alpha Story membantu bisnis Anda tampil di publikasi media terkemuka—dengan biaya terjangkau dan cepat. Pesan panggilan dan pelajari bagaimana kami akan mengubah cerita Anda menjadi berita.

Kembali ke atas
WhatsApp kami